Materi
OpenStax menjelaskan bahwa energi yang dipakai alat adalah daya dikali waktu, E = P × t. Untuk alat rumah dan kantor, hitungannya dikerjakan dalam kWh: daya dalam watt dikali jam menyala per hari, dibagi 1.000, lalu dikali banyaknya hari. Yang dimasukkan ke rumus adalah jam alat benar-benar menarik daya. Alat yang tetap tersambung dalam mode siaga menarik daya kecil sepanjang 24 jam, dan karena jamnya panjang, jumlah tahunannya bisa berarti.
Tagihan listrik menghitung energi, bukan daya. OpenStax mencatat bahwa satuan energi pada tagihan adalah kilowatt-jam, sehingga biaya menyalakan alat bisa diperkirakan dari dayanya, jam menyalanya, dan harga per kWh: biaya energi = kWh × tarif. Tarif ditetapkan pemasok dan bisa berubah, jadi kelas ini hanya memakai tarif contoh yang disebut di tiap soal; tagihan sungguhan juga bisa memuat komponen lain di luar biaya energi.
Contoh. Televisi 80 W menyala 5 jam sehari: 80 × 5 ÷ 1.000 = 0,4 kWh per hari, atau 12 kWh dalam 30 hari. Dengan tarif contoh Rp1.200 per kWh, biaya energinya 12 × 1.200 = Rp14.400. Pengisi daya yang siaga 2 W sepanjang tahun memakai 2 × 24 × 365 ÷ 1.000 = 17,52 kWh.