Menggabungkan dua daftar berarti menarik satu atau dua kolom dari daftar kedua ke dalam daftar pertama, dengan kode sebagai penghubung. Pekerjaan ini muncul setiap kali stok opname dicocokkan dengan catatan sistem, daftar hadir dicocokkan dengan daftar undangan, atau rekap cabang digabung dengan master pusat.
Argumen keempat XLOOKUP diisi 0 supaya kolom selisih tetap bisa dihitung ketika kodenya belum ada di daftar kedua. Angka 0 di kolom hasil punya arti yang berbeda dari kode yang tidak ditemukan, jadi kolom catatan terpisah dipakai untuk menandainya: COUNTIF terhadap kolom kode daftar kedua menghasilkan 0 bila kode itu memang belum ada di sana.
=XLOOKUP(A2,$G$2:$G$50,$H$2:$H$50,0)
=COUNTIF($A$2:$A$50,A2)Dua pemeriksaan dikerjakan sebelum hasilnya dilaporkan. Pertama, kode ganda: VLOOKUP dan XLOOKUP mengambil kecocokan pertama lalu berhenti, tanpa memberi tahu bahwa ada baris lain dengan kode sama. COUNTIF pada kolom kode memperlihatkan berapa kali tiap kode muncul, dan angka di atas 1 berarti hasil pencariannya belum tentu baris yang dimaksud. Kedua, jumlah baris yang berhasil dicocokkan dibandingkan dengan jumlah baris data, supaya angka yang dilaporkan datang bersama catatan berapa baris belum lengkap.