Materi
XLOOKUP punya argumen tambahan yang menggantikan IFNA dan tabel yang harus diurutkan. Argumen keempat, if_not_found, adalah hasil bila nilai tidak ditemukan. Argumen kelima, match_mode, menentukan cara mencocokkan. Argumen yang dilewati cukup dikosongkan di antara koma, misalnya XLOOKUP(A2,J2:J9,K2:K9,,-1).
| match_mode | Arti |
|---|---|
| 0 | persis (bawaan) |
| -1 | persis, atau nilai lebih kecil berikutnya |
| 1 | persis, atau nilai lebih besar berikutnya |
| 2 | pencocokan wildcard (* dan ?) |
Contoh: iuran parkir bulanan ditentukan oleh kapasitas mesin motor. Tabel J2:K4 berisi batas atas cc (125, 250, 500) dan iurannya. Motor 150 cc masuk golongan 250 cc, yaitu batas berikutnya yang lebih besar; motor 600 cc tidak punya golongan:
=XLOOKUP(A2,$J$2:$J$4,$K$2:$K$4,"Di luar golongan",1)Berbeda dengan VLOOKUP perkiraan, match_mode -1 dan 1 tetap benar walaupun tabel tidak urut.
Argumen kelima berguna pada tabel batas: tarif, golongan iuran, dan ukuran kemasan. Bedanya dengan VLOOKUP perkiraan bukan hanya soal urutan tabel. XLOOKUP menentukan sendiri arah pembulatannya — ke bawah dengan -1, ke atas dengan 1 — sedangkan VLOOKUP TRUE selalu turun ke batas yang lebih kecil. Ada pula argumen keenam, search_mode: nilai -1 membuat penelusuran berjalan dari baris terakhir ke atas, sehingga yang terambil adalah kecocokan yang paling baru dicatat.