Materi
Hukum pemantulan menyatakan bahwa sudut pantul sama dengan sudut datang, θr = θi, dengan kedua sudut diukur dari garis normal, yaitu garis yang tegak lurus permukaan di titik jatuhnya sinar. Cermin datar membentuk bayangan maya, tegak, dan sama besar, sejauh benda di belakang cermin.
Cermin lengkung adalah potongan permukaan bola berjari-jari R, dan jarak fokusnya f = R ÷ 2. Cermin cekung mengumpulkan sinar sejajar ke titik fokus; cermin cembung menyebarkannya seolah berasal dari titik fokus di belakang cermin. Letak bayangan dihitung dengan 1 ÷ dₒ + 1 ÷ dᵢ = 1 ÷ f, dengan dₒ jarak benda dan dᵢ jarak bayangan. Tanda yang dipakai: f positif untuk cermin cekung dan negatif untuk cermin cembung; dᵢ positif berarti bayangan nyata di depan cermin, dan negatif berarti bayangan maya di belakangnya. Perbesaran m = −dᵢ ÷ dₒ; m negatif berarti bayangan terbalik. Cermin cembung selalu menghasilkan bayangan maya, tegak, dan diperkecil, sehingga dipakai sebagai spion dan cermin tikungan.
Contoh, langkah demi langkah. Benda 20 cm di depan cermin cekung f = 15 cm. Langkah pertama, 1 ÷ dᵢ = 1 ÷ 15 − 1 ÷ 20 = 1 ÷ 60, jadi dᵢ = 60 cm. Langkah kedua, m = −60 ÷ 20 = −3: bayangan nyata, terbalik, tiga kali lebih besar.