Contekan Sains
Rumus Fisika: Gerak, Gaya, Energi, Listrik, dan Optik
Rumus GLB dan GLBB, hukum Newton, usaha dan energi, tekanan, kalor, gelombang, hukum Ohm, dan hukum Snellius dalam satuan SI — masing-masing menaut ke soal hitungan yang dinilai otomatis.
38 baris · Diperbarui
Satuan dan gerak lurus
Samakan satuannya ke SI lebih dulu — meter, kilogram, sekon — baru masukkan angkanya.
km/jam ÷ 3,6 = m/sLatih: Besaran, satuan SI, dan awalanKarena 1 km = 1.000 m dan 1 jam = 3.600 s, angka km/jam cukup dibagi 3,6.
72 km/jam ÷ 3,6 = 20 m/s
Kecepatan rata-rata memakai perpindahan; kelajuan rata-rata memakai jarak tempuh.
300 m ke timur lalu 100 m ke barat dalam 200 s: kelajuan 2 m/s, kecepatan 1 m/s
x = x₀ + v × tLatih: Kelajuan, kecepatan, dan gerak lurus beraturanGerak lurus beraturan: kecepatannya tetap, perpindahannya sebanding dengan waktu.
25 m/s × 120 s = 3.000 m
a = (v − v₀) ÷ tLatih: Percepatan dan gerak lurus berubah beraturanPercepatan rata-rata dalam m/s²; tanda negatif berarti benda melambat.
(20 − 5) ÷ 5 = 3 m/s²
v = v₀ + a × tLatih: Percepatan dan gerak lurus berubah beraturanKecepatan setelah t sekon pada gerak lurus berubah beraturan.
x = v₀ × t + ½ × a × t²Latih: Percepatan dan gerak lurus berubah beraturanPerpindahan pada GLBB bila waktunya diketahui.
5 × 5 + ½ × 3 × 5² = 62,5 m
v² = v₀² + 2 × a × xLatih: Percepatan dan gerak lurus berubah beraturanPersamaan GLBB tanpa waktu, dipakai untuk jarak pengereman dengan a bertanda negatif.
20 m/s direm 4 m/s² sampai berhenti: x = 400 ÷ 8 = 50 m
v = g × t · h = ½ × g × t²Latih: Jatuh bebas dan lemparan vertikalJatuh bebas dari diam dengan g = 9,8 m/s²; massa benda tidak ikut menentukan.
3 s: v = 29,4 m/s, h = 44,1 m
Gerak parabola dan gerak melingkar
t = √(2h ÷ g) · x = v₀ × tLatih: Gerak parabola: dua gerak yang berjalan bersamaanLemparan mendatar: waktu jatuhnya sama dengan jatuh bebas, kecepatan mendatar hanya menentukan jarak mendaratnya.
h = 1,225 m, v₀ = 2 m/s: t = 0,5 s, x = 1 m
R = v₀² × sin 2θ ÷ gLatih: Lemparan miring: tinggi maksimum dan jangkauanJangkauan lemparan miring di tanah datar; terjauh pada 45°, dan sudut 30° serta 60° memberi jangkauan sama.
a = v² ÷ r · F = m × v² ÷ rLatih: Gerak melingkar beraturan dan gaya sentripetalPercepatan dan gaya sentripetal, selalu mengarah ke pusat lingkaran; v = ω × r dan ω = 2π ÷ T.
200 kg, 10 m/s, r = 40 m: F = 500 N
Gaya, usaha, energi, dan momentum
Hukum kedua Newton; 1 N = 1 kg·m/s².
Berat adalah gaya, bersatuan newton; massa 1 kg beratnya 9,8 N.
Gaya gesek kinetik; di lantai datar tanpa gaya tegak lain, N sama dengan berat benda.
W = F × d × cos θLatih: Usaha dan dayaUsaha dalam joule; nol bila gaya tegak lurus perpindahan.
80 N searah perpindahan 5 m = 400 J
P = W ÷ tLatih: Usaha dan dayaDaya rata-rata dalam watt, 1 W = 1 J/s.
Energi kinetik; kelajuan dua kali berarti energi empat kali.
Energi potensial gravitasi terhadap ketinggian acuan. Tanpa gesekan, EK + EP tetap, sehingga v = √(2 × g × h).
p = m × v · F × Δt = ΔpLatih: Momentum dan tumbukanMomentum dan impuls; arah pada gerak satu dimensi dinyatakan dengan tanda.
v′ = (m₁v₁ + m₂v₂) ÷ (m₁ + m₂)Latih: Momentum dan tumbukanKecepatan bersama setelah tumbukan menempel: momentum kekal, energi kinetik tidak.
2.000 kg × 3 m/s menabrak 1.000 kg diam: v′ = 2 m/s
Fluida dan kalor
Tekanan dalam pascal, 1 Pa = 1 N/m²; ubah luas dari cm² ke m² lebih dulu.
Tekanan hidrostatis hanya bergantung pada kedalaman dan jenis fluidanya, bukan bentuk wadah.
dasar kolam 2 m: 2 × 1.000 × 9,8 = 19.600 Pa
F apung = ρ fluida × V tercelup × gLatih: Tekanan, tekanan hidrostatis, dan hukum ArchimedesHukum Archimedes: gaya apung sama dengan berat fluida yang dipindahkan.
A₁ × v₁ = A₂ × v₂Latih: Fluida mengalir: debit, kontinuitas, dan BernoulliPersamaan kontinuitas: debit Q = A × v sama di setiap penampang, jadi air lebih cepat di bagian sempit.
Q = m × c × ΔTLatih: Kalor jenis dan perubahan wujudKalor untuk mengubah suhu; kalor jenis air 4.186 J/(kg·°C).
Kalor perubahan wujud; selama es mencair atau air mendidih suhunya tidak naik.
kalor lebur es 334 kJ/kg
ΔL = α × L₀ × ΔTLatih: Pemuaian termal dan skala kelvinPemuaian panjang; α baja 12 × 10⁻⁶ /°C. Kenaikan 1 °C sama dengan kenaikan 1 K.
η Carnot = 1 − Tc ÷ ThLatih: Hukum I termodinamika dan efisiensi mesin kalorBatas efisiensi mesin kalor; kedua suhu dalam kelvin, T = t + 273,15.
Getaran, gelombang, dan bunyi
T = 2π × √(L ÷ g)Latih: Getaran: pegas dan bandul sederhanaPeriode bandul sederhana bersudut kecil; massa beban tidak ikut menentukan. Untuk pegas: T = 2π × √(m ÷ k).
Cepat rambat gelombang; saat pindah medium, frekuensinya tetap dan panjang gelombangnya berubah.
radio 50 MHz: λ = 3 × 10⁸ ÷ (5 × 10⁷) = 6 m
β = 10 × log(I ÷ I₀)Latih: Bunyi: gema, intensitas, dan taraf intensitas dalam desibelTaraf intensitas dalam desibel dengan I₀ = 10⁻¹² W/m²; naik 10 dB berarti intensitas sepuluh kali.
Listrik
Hukum Ohm; ubah mA ke A lebih dulu, 50 mA = 0,05 A.
12 V ÷ 0,5 A = 24 Ω
Rs = R₁ + R₂ · 1/Rp = 1/R₁ + 1/R₂Latih: Rangkaian seri, rangkaian paralel, daya listrik, dan kWhHambatan pengganti seri dan paralel; hambatan paralel selalu lebih kecil dari hambatan terkecilnya.
6 Ω dan 3 Ω: seri 9 Ω, paralel 2 Ω
Daya listrik dalam watt; bentuk lainnya I² × R dan V² ÷ R.
Energi pada tagihan listrik; ubah watt ke kilowatt dulu. 1 kWh = 3.600.000 J.
400 W, 2 jam sehari, 30 hari: 0,4 × 60 = 24 kWh
Optik
n₁ × sin θ₁ = n₂ × sin θ₂Latih: Pembiasan, indeks bias, dan hukum SnelliusHukum Snellius dengan sudut diukur dari garis normal; indeks bias n = c ÷ v.
1/f = 1/dₒ + 1/dᵢLatih: Pemantulan dan cermin lengkungPersamaan cermin dan lensa tipis; perbesarannya m = −dᵢ ÷ dₒ, dan m negatif berarti bayangan terbalik.
cermin cekung f = 15 cm, benda 20 cm: dᵢ = 60 cm, m = −3
Daya lensa dalam dioptri dengan f dalam meter; kacamata minus adalah lensa cekung untuk rabun jauh.
f = −50 cm → P = −2 D