Materi
Alamat IP saja tidak menjelaskan bagian mana yang menunjuk jaringan dan bagian mana yang menunjuk host. Keterangan itu dibawa bilangan 32 bit kedua, yaitu subnet mask. Dalam biner, mask selalu berupa deretan angka 1 di kiri disusul angka 0 di kanan. Bit yang bernilai 1 menandai bagian jaringan, bit yang bernilai 0 menandai bagian host. Mask 255.255.255.0 berarti 24 bit pertama adalah jaringan dan 8 bit sisanya host.
Notasi CIDR dari RFC 4632 menuliskan hal yang sama dengan lebih pendek: garis miring disusul jumlah bit 1 pada mask. Mask 255.255.255.0 ditulis /24, dan 255.255.255.192 ditulis /26. Karena angka 1 selalu berderet dari kiri, satu oktet mask hanya bisa bernilai 0, 128, 192, 224, 240, 248, 252, 254, atau 255, sesuai banyaknya bit 1 di oktet itu.
| Bit 1 di oktet | Biner | Nilai oktet mask |
|---|---|---|
| 1 | 10000000 | 128 |
| 2 | 11000000 | 192 |
| 4 | 11110000 | 240 |
| 6 | 11111100 | 252 |
| 8 | 11111111 | 255 |
Sebelum CIDR, panjang bagian jaringan ditentukan oleh oktet pertama. Kelas A memakai oktet pertama 0 sampai 127 dengan mask bawaan 255.0.0.0, kelas B 128 sampai 191 dengan 255.255.0.0, dan kelas C 192 sampai 223 dengan 255.255.255.0. Istilah ini masih muncul di buku dan dokumentasi lama. Contohnya, alamat 60.1.2.3 termasuk kelas A, dan pada mask /18 oktet ketiga mask-nya 192 karena 18 dikurangi 16 menyisakan dua bit 1.