Materi
Sengatan terjadi bila tubuh menjadi bagian rangkaian: arus masuk di satu titik dan keluar di titik lain. Kuphaldt menjelaskan bahwa orang yang berdiri di tanah lalu menyentuh kawat fasa sudah menyentuh dua titik, karena sistem disambung ke tanah. Akibatnya ditentukan besar arus, I = V ÷ R tubuh, ditambah jalur, lama, dan frekuensinya; jalur yang melewati dada paling berbahaya. Hambatan tubuh sebagian besar ada di kulit kering dan turun tajam saat kulit basah.
OpenStax mencatat akibat sengatan satu detik yang melewati badan: sekitar 1 mA mulai terasa, sampai 5 mA dianggap tidak berbahaya, 10–20 mA membuat otot kejang sehingga korban tidak bisa melepas pegangan, dan 100–300 mA dapat memicu fibrilasi jantung yang sering fatal. Contoh: 230 V pada kulit kering 100 kΩ menghasilkan 2,3 mA; pada kulit basah 5 kΩ menjadi 46 mA.
RCD (residual current device, di Amerika disebut GFCI) membandingkan arus fasa dan arus netral lewat satu kumparan. Bila keduanya sama, medan magnetnya saling meniadakan. Selisih berarti sebagian arus pulang lewat jalur lain, misalnya tubuh atau tanah; selisih ini disebut arus bocor. RCD memutus sirkit bila arus bocor melebihi sensitivitasnya, yang tertulis di badannya dalam mA. RCD tidak menggantikan MCB, karena beban lebih tidak menimbulkan selisih arus fasa dan netral.