Materi
Tiga besaran dipakai setiap hari oleh teknisi listrik. Tegangan (V, volt) adalah beda potensial antara dua titik, yaitu dorongan yang membuat muatan mengalir. Arus (I, ampere) adalah laju aliran muatan itu. Hambatan (R, ohm, Ω) menyatakan seberapa kuat sebuah alat menahan arus. Hukum Ohm menghubungkan ketiganya: I = V ÷ R, atau V = I × R.
Daya (P, watt) adalah laju energi listrik diubah menjadi panas, cahaya, atau gerak: P = V × I, dengan bentuk lain P = I² × R. Listrik PLN di gedung adalah arus bolak-balik (AC). OpenStax menjelaskan bahwa angka tegangan AC yang tertulis, misalnya 230 V, adalah nilai rms, dan untuk beban resistif seperti pemanas dan lampu pijar hukum Ohm serta rumus daya berlaku sama seperti pada arus searah. Motor dan beban berkumparan butuh faktor daya, yang dibahas di modul 3.
| Besaran | Simbol | Satuan | Rumus |
|---|---|---|---|
| Tegangan | V | volt (V) | V = I × R |
| Arus | I | ampere (A) | I = V ÷ R = P ÷ V |
| Hambatan | R | ohm (Ω) | R = V ÷ I |
| Daya | P | watt (W) | P = V × I = I² × R |
Pelat nama alat mencantumkan tegangan kerja dan dayanya. Dari dua angka itu teknisi menghitung arus kerja, I = P ÷ V, yang nanti dipakai memilih kabel dan pengaman. Contoh: pemanas air 2.300 W untuk 230 V menarik I = 2.300 ÷ 230 = 10 A, dan hambatan elemennya saat bekerja R = 230 ÷ 10 = 23 Ω. Gerinda tangan 920 W pada 230 V menarik 4 A.