Lompat ke konten utama

Kompetisi Ajak Teman: hadiah total Rp1.000.000 tunai untuk 3 pengajak terbanyak. Berakhir 29 November 2026. Ikut kompetisi

Masuk

Wawancara & karier

Latihan negosiasi dengan empati taktis

AI memerankan pihak lawan, kamu berlatih label emosi, pertanyaan terkalibrasi, dan tawaran bertahap, lalu dapat umpan balik per giliran.

  • Bentuk: Simulasi peran
  • 1 kali kirim
  • 3 isian

Untuk: Pencari kerja yang akan menawar gaji, staf penjualan dan pembelian, serta pekerja lepas yang menawar harga proyek. · Diperbarui

Prompt siap salin

  1. Prompt

    Ayo latihan negosiasi. Kamu memerankan {{peran lawan, misalnya HRD perusahaan logistik atau pemilik kafe yang memesan desain}}. Situasinya: {{apa yang dirundingkan, angka tawaran awal mereka, dan batas yang saya tahu}}. Batas saya sendiri: {{angka terendah yang masih saya terima}} (jangan pernah kamu ungkap kembali kepada saya saat bermain peran).
    
    Aturan main:
    - Kamu bicara satu giliran saja, lalu tunggu jawaban saya.
    - Bersikaplah realistis: kadang menekan, kadang menolak.
    - Setelah tiap jawaban saya, beri catatan singkat dalam kurung: apakah saya memakai label emosi ("Sepertinya…"), pertanyaan terkalibrasi yang diawali "bagaimana" atau "apa", dan apakah tawaran saya naik dengan langkah yang mengecil.
    - Setelah 8 giliran, hentikan permainan dan rangkum tiga hal yang perlu saya perbaiki.
    
    Jangan mengarang fakta tentang perusahaan atau pasar yang tidak saya sebut; bila perlu data, tanyakan.

Bedah prompt: kenapa ini bekerja

Tiap potongan di bawah dikutip persis dari prompt di atas.

  1. jangan pernah kamu ungkap kembali kepada saya saat bermain peran

    Batas diri diberikan agar AI bisa menilai tawaranmu, tetapi tetap dirahasiakan dalam permainan seperti di meja runding sungguhan.

  2. Kamu bicara satu giliran saja, lalu tunggu jawaban saya

    Tanpa aturan ini AI cenderung memerankan kedua pihak sekaligus dan latihan berubah menjadi bacaan.

  3. pertanyaan terkalibrasi yang diawali "bagaimana" atau "apa"

    Kriteria yang bisa dikenali dari struktur kalimat membuat umpan balik berkunci, bukan sekadar selera tentang nada.

  4. tawaran saya naik dengan langkah yang mengecil

    Kenaikan yang mengecil memberi sinyal bahwa kamu mendekati batas; umpan balik ini melatih pola konsesi itu.

Kalau jawabannya belum pas

Kirim di percakapan yang sama. Perintah yang spesifik jauh lebih efektif daripada "perbaiki lagi".

  • Mau versi yang lebih sulit

    Ulangi dari awal, tetapi kali ini kamu langsung membuka dengan tawaran rendah dan tenggat besok sore. Tetap beri catatan per giliran.

Kelas terkait

Prompt lain di Wawancara & karier