Dalam bahasa Indonesia panjang vokal tidak mengubah arti kata, sehingga pembelajar cenderung membaca semua vokal dengan durasi yang sama. Dalam bahasa Jerman durasi vokal membedakan kata. Vokal panjang ditahan dan stabil, sering ditandai huruf h yang tidak dibunyikan atau vokal ganda. Vokal pendek diucapkan cepat dan hampir selalu diikuti dua konsonan berturut-turut.
| Pasangan | Pembeda | Arti |
|---|---|---|
| der Staat / die Stadt | a panjang / a pendek | negara / kota |
| bieten / bitten | ie panjang / i pendek | menawarkan / meminta |
| der Ofen / offen | o panjang / o pendek | oven / terbuka |
Umlaut bukan hiasan pada huruf, melainkan vokal tersendiri. Untuk ö, tahan lidah pada posisi e lalu bulatkan bibir. Untuk ü, mulai dari posisi i lalu bulatkan bibir tanpa menggeser lidah. Bunyi ä mendekati e terbuka pada kata enam. Ketiganya dilatih di depan cermin, karena yang membedakannya dari vokal biasa adalah bentuk bibir yang terlihat.
- Ich möchte fünf Brötchen.Saya mau lima roti kecil (das Brötchen, roti kecil).
- Ich hätte gern Käse und Äpfel.Saya mau keju dan apel (der Käse, keju; der Apfel, apel).
Gabungan huruf ch mewakili dua bunyi yang berbeda. Sesudah i, e, ä, ö, ü, ei, eu, atau sesudah konsonan, ch dilafalkan sebagai ich-Laut yang tipis di depan mulut. Sesudah a, o, u, dan au, ch dilafalkan sebagai ach-Laut yang lebih dalam di tenggorokan. Yang menentukan pilihan itu adalah huruf tepat di depannya, bukan artinya.
| Bunyi | Lingkungan | Contoh |
|---|---|---|
| ich-Laut [ç] | sesudah vokal depan atau konsonan | ich, die Bücher, die Milch |
| ach-Laut [x] | sesudah vokal belakang | der Bach, das Buch, auch |
| r | awal kata / sesudah vokal | rot / der Lehrer |
Untuk huruf r tidak ada satu ucapan yang dianggap paling benar. R tenggorokan dan r getar lidah sama-sama dipahami di seluruh wilayah berbahasa Jerman. Sesudah vokal, r sering melemah menjadi vokal pendek, seperti pada der Lehrer (guru). Pilih satu cara, lalu pakai secara konsisten di seluruh kata.
Huruf b, d, dan g di akhir kata atau akhir suku kata dilafalkan mendekati p, t, dan k. Karena itu der Tag (hari) berakhir dengan bunyi k, der Hund (anjing) berakhir dengan bunyi t, dan lieb (baik hati) berakhir dengan bunyi p. Huruf aslinya terdengar kembali begitu ada akhiran yang menyusul, seperti pada die Tage (hari-hari).
- Der Tag ist lang. — die TageHarinya panjang. — hari-hari (der Tag, hari).
- Ich koche gern, aber Bach höre ich selten.Saya suka memasak, tetapi saya jarang mendengarkan Bach.
- Die Schüler gehen zur Schule.Para murid pergi ke sekolah (der Schüler, murid; die Schule, sekolah).
- Um zehn Uhr trinke ich Tee mit Zucker.Pukul sepuluh saya minum teh dengan gula (der Tee, teh; der Zucker, gula).