Materi
Lampiran B Principles of Economics menyajikan cara kedua membaca pilihan konsumen tanpa angka utilitas. Kurva indiferen memuat kombinasi dua barang yang memberi kepuasan sama bagi seseorang. Kurva yang lebih jauh dari titik nol berarti kepuasan lebih tinggi, dan kurvanya cembung ke arah titik nol karena utilitas marginal yang menurun.
Kemiringan kurva indiferen disebut tingkat substitusi marginal (MRS): berapa satuan barang Y yang rela dilepas untuk satu satuan tambahan barang X tanpa mengubah kepuasan. Dari tabel, MRS antara dua titik dihitung sebagai turunnya Y dibagi naiknya X. Makin ke kanan, MRS makin kecil, karena X makin banyak dan Y makin sedikit.
Pilihan terbaik ada di titik tempat garis anggaran menyinggung kurva indiferen tertinggi yang masih terjangkau. Di titik singgung itu, MRS sama dengan rasio harga Px ÷ Py. Pada tabel bertitik, titik singgungnya adalah titik tempat MRS berpindah dari lebih besar ke lebih kecil daripada rasio harga; titik itu juga kombinasi termurah di kurva tersebut, karena garis anggaran yang hanya menyentuh kurva adalah garis anggaran terkecil yang masih mencapainya.
Kurva indiferen Sinta: (kopi, roti) = (1, 10), (2, 6), (3, 4), (4, 3)
MRS: 4, lalu 2, lalu 1 roti per kopi
Harga kopi 9 ribu, roti 3 ribu → rasio harga 3
MRS turun melewati 3 di titik (2, 6) → biaya 2 × 9 + 6 × 3 = 36 ribu, termurah di kurva iniKetika harga satu barang naik, Lampiran B memisahkan dua dorongan. Efek substitusi: barang yang kini relatif lebih mahal diganti dengan barang lain, dibaca sebagai pergerakan sepanjang kurva indiferen semula. Efek pendapatan: daya beli turun sehingga seluruh konsumsi menyesuaikan, dibaca sebagai perpindahan ke kurva indiferen lain.