Materi
Bagian 8.1 menyebut perusahaan dalam persaingan sempurna sebagai penerima harga: penjualnya banyak, barangnya serupa, sehingga satu penjual yang menaikkan harga sedikit saja kehilangan pembelinya. Akibatnya penerimaan marginal sama dengan harga. Bagian 8.2 memberi aturan laba terbesar: produksi sampai P = MR = MC. Selama biaya marginal satuan berikutnya di bawah harga, menambah produksi menambah laba.
Laba sama dengan penerimaan total dikurangi biaya total, atau (P − ATC) × Q. Harga yang tepat menyentuh titik terendah ATC disebut titik impas: labanya nol. Di bawahnya perusahaan rugi, tetapi belum tentu harus tutup. Selama harga masih di atas titik terendah AVC, penerimaan masih menutup seluruh biaya variabel dan sebagian biaya tetap, sehingga tetap berproduksi merugi lebih kecil daripada tutup. Bila harga di bawah titik terendah AVC, perusahaan tutup sementara dan hanya menanggung biaya tetap; titik itu disebut titik tutup.
Laba di sini adalah laba ekonomi. Bagian 7.1 membedakan biaya eksplisit (uang yang benar-benar dibayarkan) dari biaya implisit (nilai sumber daya milik sendiri yang dipakai, seperti gaji yang dilepas pemilik). Laba akuntansi = penerimaan − biaya eksplisit; laba ekonomi = penerimaan − biaya eksplisit − biaya implisit. Bagian 8.3 menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, masuk dan keluarnya penjual mendorong laba ekonomi ke nol.
Harga jeruk 40 ribu per peti; biaya marginal peti ke-4 = 35, peti ke-5 = 45
→ peti ke-4 menambah laba (35 < 40), peti ke-5 mengurangi (45 > 40): produksi 4 peti
Harga 6, AVC terendah 8, ATC terendah 11 → harga di bawah AVC terendah: tutup sementara