Persen di Excel adalah pecahan yang ditampilkan dikali seratus. Nilai 0.125 dengan format 0% tampil 13%, dengan 0.0% tampil 12.5%. Karena itu, rumus persentase ditulis sebagai pembagian saja, misalnya =C2/C8, lalu selnya diberi format persen; jangan dikalikan 100 di rumus, sebab hasilnya nanti tampil 1250%.
Tanggal juga angka. Excel menyimpan tanggal sebagai nomor seri hari sejak 1 Januari 1900; 2 Maret 2026 adalah 46083. Selisih dua tanggal bisa dihitung dengan pengurangan biasa. Format menentukan tampilannya: dd/mm/yyyy menampilkan 02/03/2026, dd mmm yyyy menampilkan 02 Mar 2026. Di Indonesia urutan hari-bulan-tahun yang dipakai, sedangkan Excel dengan pengaturan Amerika menampilkan bulan lebih dulu; format eksplisit dd/mm/yyyy menghindari salah baca.
Langkah di lembar latihan
- Persen: blok sel, klik tombol % di toolbar (memberi 0.00%), lalu tekan "Kurangi tempat desimal" dua kali untuk 0%.
- Tanggal: blok sel, buka menu "Format angka" → "Format" → tab "Format Kustom", ketik dd/mm/yyyy, lalu "Konfirmasi". Pilihan "Tanggal" di menu memberi yyyy-mm-dd, bukan urutan Indonesia.
0% → 13%
0.0% → 12.5%
dd/mm/yyyy → 02/03/2026
dd mmm yyyy → 02 Mar 2026Contoh: kolom Target Tercapai berisi 0.92 dan 1.05; dengan 0% tampil 92% dan 105%. Kolom Tanggal Kirim berisi 46127; dengan dd/mm/yyyy tampil 15/04/2026, dan =46127-46113 memberi 14 hari.
Kesalahan umum: mengetik 12,5% sebagai teks "12,5%" sehingga AVERAGE mengabaikannya; mengetik tanggal sebagai "15/04/2026" di Excel berpengaturan Amerika, yang dibaca sebagai teks atau sebagai 4 bulan ke-15 (tidak valid), sehingga pengurangan tanggal menghasilkan #VALUE!. Sel yang tampil ##### bukan error nilai: kolomnya terlalu sempit untuk tanggal atau angka panjang, lebarkan kolomnya.