Materi
Data induk menyimpan kode jabatan, bukan nama jabatan dan departemennya. Nama jabatan, departemen, dan golongan disimpan sekali di tabel master jabatan: satu baris per kode. Kolom Jabatan dan Departemen di data induk lalu diisi rumus yang mencari kode itu di master. Bila struktur organisasi berubah, misalnya departemen Gudang diganti nama menjadi Logistik, cukup satu sel di master yang diubah dan seluruh data induk ikut berubah.
XLOOKUP(kode, kolom kode master, kolom hasil, teks bila tidak ada) mengambil satu nilai. Argumen keempat, if_not_found, mengganti #N/A dengan pesan yang jelas, sehingga kode salah ketik atau kode jabatan baru yang belum dimasukkan ke master langsung terlihat dan bisa dihitung:
=XLOOKUP(C2,$H$2:$H$20,$I$2:$I$20,"Cek kode")
=XLOOKUP(C2,$H$2:$H$20,$J$2:$J$20,"Cek kode")
=COUNTIF(E2:E500,"Cek kode")Rentang master dikunci dengan $ karena master tidak ikut bergeser saat rumus disalin ke 500 baris. Kolom kode di master harus unik; kode yang muncul dua kali di master membuat XLOOKUP selalu mengambil baris pertama, dan baris kedua tidak pernah terpakai tanpa ada pesan apa pun.
Kode jabatan memakai awalan huruf, misalnya JB-01, bukan angka polos. Kode berupa angka mudah tersimpan sebagai teks di satu tabel dan sebagai angka di tabel lain, dan pencarian antara keduanya gagal walaupun di layar tampak sama.