Sebagian pilihan pada soal penalaran verbal tidak menguji arti kata, melainkan pemakaiannya. Dua bentuk terlihat hampir sama, dan hanya satu yang berterima di tempat itu. EYD V menetapkan sebagian besar pasangan semacam ini, sehingga jawabannya dapat ditelusuri.
Pasangan pertama: di sebagai kata depan dan di- sebagai awalan. EYD V menetapkan kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, dengan contoh “Di mana dia sekarang?” dan “Kain itu disimpan di dalam lemari”. Pada kalimat kedua, disimpan ditulis serangkai karena di- di situ awalan pembentuk kata kerja pasif, bukan penunjuk tempat.
Pasangan kedua: partikel pun. EYD V menetapkan pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya, kecuali pada bentuk yang sudah menjadi bagian kata penghubung. Daftar bentuk serangkai itu tertutup: adapun, andaipun, ataupun, bagaimanapun, biarpun, jikapun, kalaupun, kendatipun, maupun, meskipun, sekalipun, sementangpun, sungguhpun, dan walaupun.
Pasangan ketiga: kata yang hanya berbeda satu huruf. Kaidah unsur serapan khusus EYD V menyerap konsonan ganda menjadi konsonan tunggal, tetapi mempertahankannya pada massa, manna, dan teller justru karena bentuk tunggalnya sudah dipakai untuk hal lain, yaitu masa, mana, dan teler. Dua bentuk itu tidak dapat saling menggantikan di dalam kalimat.