Sinonim adalah kata lain yang menamai hal yang sama; antonim adalah pasangan yang berlawanan. Rekomendasi W3C SKOS memperlakukan sinonim sebagai label lain bagi satu konsep yang sama, sedangkan kata yang lebih umum atau lebih khusus dipasang sebagai konsep yang berbeda. Pembagian itu langsung berguna di soal: sinonim tidak menaikkan atau menurunkan cakupan makna, sedangkan kata yang lebih luas atau lebih sempit mengubahnya.
Setiap kata membawa dua lapis makna. Denotasi adalah hal yang ditunjuk kata itu. Konotasi adalah gagasan atau perasaan yang dibawanya di luar makna harfiah. Dua kata dapat berbagi denotasi tetapi berbeda konotasi, dan di situlah soal sinonim ditentukan. EYD V memakai pertimbangan yang sama pada kaidah unsur serapan: konsonan rangkap dipertahankan pada teller, mass, dan mann agar tidak tertukar dengan teler, masa, dan mana, yang menimbulkan ketaksaan atau konotasi negatif.
| Pasangan | Denotasi | Warna makna |
|---|---|---|
| hemat — pelit | menahan pengeluaran | hemat memuji, pelit mencela |
| gigih — keras kepala | tidak mudah berhenti | gigih memuji, keras kepala mencela |
| wangi — menyengat | berbau kuat | wangi menyenangkan, menyengat mengganggu |
Pemilihan kata bekerja di luar ruang ujian setiap hari: menyusun pengumuman kantor, menulis surat kepada pelanggan, meringkas laporan. Kalimat “Kami memberhentikan lima karyawan” dan “Kami merumahkan lima karyawan” menunjuk peristiwa yang berdekatan, tetapi akibat dan nada keduanya berbeda.