Kata serapan masuk ke bahasa Indonesia lewat kaidah yang tertulis. EYD V memuat sembilan puluh lima kaidah penulisan unsur serapan umum dan empat kaidah unsur serapan khusus. Karena kaidahnya tertulis, pasangan seperti apotek dan apotik tidak perlu diperdebatkan: satu bentuk mengikuti kaidah, satu lagi tidak.
Tiga kaidah serapan umum menjelaskan sebagian besar kekeliruan yang muncul. Gabungan huruf ee menjadi e, sehingga apotheek menjadi apotek. Gabungan huruf ch yang diikuti konsonan menjadi k, sehingga technique menjadi teknik. Huruf zai, żal, dan ẓa dari bahasa Arab menjadi z, sehingga żāt menjadi zat dan ustāż menjadi ustaz.
Kata izin lahir dari dua kaidah sekaligus. Huruf żal menjadi z, lalu deret konsonan pada akhir kata bahasa Arab disisipi vokal yang sama dengan vokal sebelumnya — kaidah yang mengubah fajr menjadi fajar dan 'umr menjadi umur. EYD V memakai bentuk hasilnya pada kepanjangan singkatan SIM, yaitu surat izin mengemudi.
Kaidah keempat unsur serapan khusus menyatakan unsur serapan yang sudah lazim dan tidak sesuai dengan kaidah umum tidak diubah. Daftarnya memuat kabar, lafal, nalar, napas, paham, pikir, populer, proyek, dan telepon.