Rasio membandingkan dua besaran sejenis lewat pembagian, dan ditulis a : b atau sebagai pecahan a/b. Bilangan 4 : 6 dan 2 : 3 menyatakan hubungan yang sama, persis seperti pecahan 4/6 dan 2/3. Rasio dipakai di pekerjaan harian saat satu bahan harus mengikuti bahan lain: adukan bangunan, campuran cat, pembagian uang kas, atau pembagian jam kerja borongan.
Syaratnya satu: kedua besaran harus sejenis dan bersatuan sama. Massa dibandingkan dengan massa, panjang dengan panjang, waktu dengan waktu. Bila satuannya berbeda, samakan dulu — di sinilah satuan SI menolong, karena hubungan antar satuannya tetap, misalnya 1 kilogram sama dengan 1.000 gram.
Contoh: satu adukan cat memakai 6 liter cat putih dan 9 liter cat biru.
- Kedua besaran sudah bersatuan sama, yaitu liter, jadi tidak perlu diubah.
- Tulis apa adanya: putih : biru = 6 : 9.
- Bagi keduanya dengan 3 sehingga menjadi 2 : 3.
- Baca hasilnya: tiap 2 bagian cat putih ditemani 3 bagian cat biru, berapa pun ukuran ember yang dipakai.
Rasio tidak punya satuan. Yang tersisa hanyalah angka pembanding, sehingga 2 : 3 berlaku untuk liter, kaleng, maupun ember.