Materi
Graham menutup The Intelligent Investor di Bab 20 dengan tiga kata yang ia anggap inti investasi yang sehat: margin of safety. Untuk aset yang dibeli di bawah nilainya, margin itu adalah selisih antara nilai taksiran dan harga yang dibayar. Bentuk persennya: margin of safety = (nilai taksiran − harga) ÷ nilai taksiran.
Akibatnya dua. Pertama, margin bergantung pada harga: aset yang sama punya margin besar di satu harga, kecil di harga yang lebih tinggi, dan habis di harga yang lebih tinggi lagi. Kedua, margin membuat perkiraan masa depan yang persis tidak diperlukan. Nilai taksiran selalu perkiraan; OpenStax Principles of Finance (Bagian 11.1) mengingatkan bahwa satu ukuran penilaian saja tidak cukup dan harga bisa menyimpang dari kemampuan laba usaha. Margin menyerap kesalahan perkiraan itu. Batasnya: margin hanya membuat peluang untung lebih besar daripada peluang rugi, bukan menghapus kemungkinan rugi.
Contoh: bagian usaha laundry ditaksir bernilai Rp150.000.000 dan ditawarkan Rp120.000.000. Margin-nya (150 − 120) ÷ 150 = 20%. Bila kamu menuntut margin minimal 30%, harga tertingginya 150 × (1 − 0,3) = Rp105.000.000. Housel di Bab 13 memakai gagasan yang sama untuk rencana hidup.