Materi
Google memakai tautan untuk menemukan halaman baru dan sebagai sinyal relevansi. Panduan tautan Google menyatakan Google umumnya hanya bisa merayapi tautan berupa elemen a yang punya atribut href. Span dengan atribut href, elemen a dengan onclick tanpa href, atau href berisi javascript: tidak bisa diandalkan untuk diekstrak. Tautan yang disisipkan JavaScript tetap bisa dirayapi selama hasilnya berupa markup a href yang sama.
Teks jangkar (anchor text) adalah teks yang terlihat pada tautan. Teks ini memberi tahu manusia dan Google tentang halaman tujuan. Teks yang baik deskriptif, cukup ringkas, dan relevan: "daftar jenis keju" lebih jelas daripada "klik di sini" atau "selengkapnya". Google menyarankan satu cara memeriksa: baca teks jangkarnya saja, di luar kalimat; kalau tujuannya tidak tertebak, teksnya kurang deskriptif. Untuk gambar yang dijadikan tautan, alt gambar itulah yang menjadi teks jangkarnya.
<!-- tidak bisa diandalkan untuk dirayapi, teks jangkar samar -->
<span onclick="location.href='/syarat-anggota'">Klik di sini</span>
<!-- bisa dirayapi, teks jangkar menjelaskan tujuannya -->
<a href="/syarat-anggota">Syarat menjadi anggota perpustakaan</a>Tautan internal menghubungkan halaman di situsmu sendiri. Setiap halaman penting harus bisa dicapai lewat navigasi atau tautan dari halaman lain, dan tautan internal menunjuk URL kanonis, bukan variannya. Untuk tautan ke luar, atribut rel memberi tahu hubunganmu dengan tujuan: rel="sponsored" untuk tautan yang dibayar, rel="ugc" untuk tautan yang ditulis pengguna seperti komentar dan forum, dan rel="nofollow" bila kamu tidak ingin mengaitkan situsmu dengan tujuan itu. Menautkan sumber yang kamu kutip tidak perlu diberi nofollow.