Materi
Panduan struktur URL Google meminta URL yang bisa dipahami manusia: kata yang terbaca lebih dulu daripada nomor ID yang panjang. /panduan/kopi-tubruk lebih mudah dimengerti daripada /index.php?topic=42&area=3a5ebc. Kata ditulis dalam bahasa pembacanya, dan karakter di luar ASCII dikodekan dengan percent-encoding di atribut href.
Kata dalam URL dipisah tanda hubung (-), bukan garis bawah (_). Google menjelaskan garis bawah lazim dipakai untuk menandai konsep yang menyatu, misalnya nama fungsi format_date dalam bahasa pemrograman, sehingga kurang membantu memisahkan kata. Menggabungkan kata tanpa pemisah, seperti /kopitubruk, juga tidak disarankan.
Disarankan https://perpusukamaju.example/layanan/perpustakaan-keliling
Tidak disarankan https://perpusukamaju.example/layanan/perpustakaan_keliling
Tidak disarankan https://perpusukamaju.example/page.php?id=8812&s=Xa91
Tidak disarankan https://perpusukamaju.example/#/perpustakaan-kelilingTiga aturan lain sering terlupa. Pertama, URL peka huruf besar-kecil: Google memperlakukan /Jadwal dan /jadwal sebagai dua URL berbeda, jadi bila server menampilkan isi yang sama untuk keduanya, samakan hurufnya. Kedua, pangkas parameter yang tidak mengubah isi. Ketiga, jangan memakai fragmen (#) untuk mengganti isi halaman, karena Google umumnya tidak mendukung fragmen; aplikasi JavaScript memakai History API. Satu catatan jujur dari Starter Guide: kata kunci di nama domain atau jalur URL hampir tidak berpengaruh pada peringkat. Manfaat URL yang terbaca adalah bagi manusia yang membacanya.