Alfabet Prancis memuat 26 huruf yang sama dengan alfabet Indonesia; tidak ada huruf tambahan seperti ñ dalam Bahasa Spanyol atau ß dalam Bahasa Jerman. Yang perlu dilatih adalah nama hurufnya saat mengeja: h disebut «ache», w disebut «double vé» karena bentuknya dua kali v, dan y disebut «i grec» atau i Yunani karena huruf itu dahulu dipakai untuk menulis serapan dari Bahasa Yunani. Beberapa huruf juga berbunyi ganda: c berbunyi k di depan a, o, dan u tetapi berbunyi s di depan e dan i; g berbunyi keras di depan a, o, dan u tetapi lembut di depan e dan i.
| Huruf | Bunyi | Contoh |
|---|---|---|
| c + a/o/u | k | le café (kopi) |
| c + e/i | s | le ciel (langit) |
| g + a/o/u | g keras | le gâteau (kue) |
| g + e/i | lembut, seperti j Prancis | la girafe (jerapah) |
| h | tidak pernah dibunyikan | l'hôtel (hotel) |
| j | desis lembut, bukan j Indonesia | le jour (hari) |
| r | gesekan di pangkal tenggorokan | la rue (jalan) |
| u | i dengan bibir dibulatkan | la lune (bulan) |
| ou | u seperti dalam Bahasa Indonesia | le jour (hari) |
| qu | k, huruf u ikut diam | la question (pertanyaan) |
Aksen dalam Bahasa Prancis bukan hiasan tulisan, melainkan bagian dari ejaan kata. Accent aigu pada é menandai bunyi e tertutup seperti pada l'été (musim panas). Accent grave pada è menandai bunyi e terbuka seperti pada le père (ayah). Accent circonflexe pada ê, â, î, ô, dan û umumnya menandai huruf s yang hilang dari ejaan lama, terlihat pada l'hôpital (rumah sakit) yang dahulu ditulis hospital. Tréma pada ë dan ï memaksa dua vokal berdampingan dibaca terpisah, seperti pada le maïs (jagung). Cédille pada ç memaksa c berbunyi s di depan a, o, dan u, seperti pada le français (Bahasa Prancis) dan ça va.
| Pasangan | Arti masing-masing | Peran aksen |
|---|---|---|
| ou / où | atau / di mana | bunyinya sama; aksen memisahkan dua kata berbeda |
| a / à | bentuk avoir untuk il / kata depan ke atau di | aksen menandai kata depan |
| sur / sûr | di atas / yakin | aksen memisahkan dua kata berbeda |
| le / lé | kata sandang / lebar kain | aksen mengubah bunyi vokal e |
Konsonan di akhir kata Prancis pada umumnya tidak dibunyikan. Huruf -e, -s, -t, -d, -x, dan -z di posisi akhir hampir selalu diam: la table (meja) dibaca «tabl», les chats (kucing-kucing) dibaca «sya», petit (kecil) dibaca «p'ti», dan grand (besar) dibaca «gran» dengan bunyi sengau. Karena huruf -s penanda jamak juga diam, bentuk tunggal dan jamak sering terdengar persis sama; yang membedakannya hanya kata sandang di depannya, yaitu le chat dan les chats. Huruf -e di akhir kata justru menghidupkan konsonan sebelumnya, sehingga petite membunyikan t dan grande membunyikan d.
| Kata | Huruf akhir | Dibunyikan? |
|---|---|---|
| la table (meja) | -e | tidak, dan e itu meluluh |
| les amis (para teman) | -s | tidak, penanda jamak yang diam |
| petit (kecil) | -t | tidak |
| petite (kecil, bentuk feminin) | -e sesudah t | ya, t ikut berbunyi |
| le parc (taman) | -c | ya |
| la mer (laut) | -r | ya |
| le chef (kepala bagian) | -f | ya |
| l'hôtel (hotel) | -l | ya |
| le bus (bus) | -s | ya, pengecualian |
- Il a un chat, mais il va à Paris.Dia punya seekor kucing, tetapi dia pergi ke Paris.
- Le bus va vers l'ouest.Bus itu menuju ke barat.
- Ça s'écrit comment ? — B, O, N, J, O, U, R.Bagaimana ejaannya? — B, O, N, J, O, U, R.
- la sœursaudara perempuan
- le maïsjagung