Materi
Knachel Bagian 2.3 membahas sesat pikir induksi lemah. Generalisasi tergesa menarik kesimpulan umum dari terlalu sedikit kasus: satu hari dingin tidak membantah tren suhu tahunan. Post hoc ergo propter hoc berarti "sesudah ini, maka karena ini": karena X terjadi sebelum Y, X dianggap penyebab Y. Urutan waktu memang syarat sebab, tetapi jauh dari cukup.
Bagian yang sama membedakan otoritas yang relevan dari yang tidak. Mengutip lembaga kesehatan untuk klaim kesehatan adalah induksi yang kuat; mengutip pesohor atau ahli bidang lain untuk klaim di luar keahliannya adalah sesat pikir. Stanford Encyclopedia of Philosophy menyebutnya ad verecundiam: menerima pernyataan orang yang dianggap ahli padahal ia bukan ahli yang relevan. Banding ke popularitas (ad populum) dalam rumusan SEP bersandar pada pendapat orang banyak, bukan pada otoritas tertentu; Knachel Bagian 2.2 menyebut bentuk ikut-ikutannya bandwagon. Banyaknya orang yang percaya tidak membuat sebuah klaim benar.
| Kutipan karangan | Sesat pikir |
|---|---|
| "Dua karyawan dari Bandung yang kukenal malas; orang Bandung memang malas." | Generalisasi tergesa |
| "Sejak kantor ganti logo, penjualan naik. Logo baru itu penyebabnya." | Post hoc |
| "Penyanyi favoritku bilang suplemen ini menyembuhkan diabetes." | Otoritas yang tidak relevan |
| "Aplikasi pinjaman ini sudah diunduh 10 juta orang, pasti aman." | Banding ke popularitas |