Materi
Buku Communication Essentials for Business terbitan Seneca Polytechnic, Bagian 9.5, menyebut AIDA sebagai panduan susunan pesan persuasif, terutama di pemasaran. Buku itu mencatat model ini dipakai sejak 1898, ketika Elias St. Elmo Lewis memakainya untuk menjelaskan penjualan tatap muka. Urutannya empat: Attention, Interest, Desire, Action.
Attention membuka pesan dengan informasi yang menangkap perhatian dan menunjukkan kebutuhan; menggambarkan sebuah masalah adalah contoh pembuka yang disebut buku itu. Interest menawarkan jalan keluar, berupa produk atau layanan, yang menjawab masalah tadi. Desire memperdalam minat dengan rincian yang berfokus pada manfaat bagi pembaca; di sinilah fitur, ketersediaan, dan harga boleh masuk. Action meminta tindakan tertentu: cara membeli, kontak yang bisa dihubungi, atau kupon.
Buku Business Communication in Practice di LibreTexts, Bagian 10.5, menambahkan bahwa pembuka perhatian harus jelas tanpa terdengar dilebih-lebihkan atau menyesatkan, bahwa Interest menghubungkan fitur dengan nilai praktisnya, dan bahwa Desire berfokus pada hasil, kemudahan, atau penghematan. Kerangka lain yang beredar di kalangan penulis iklan, seperti PAS dan 4U, tidak dibahas di kelas ini karena tidak dimuat buku rujukan yang dipakai.
[Attention] Punggungmu pegal setelah delapan jam duduk di kursi kantor?
[Interest] Kursi Tegak punya sandaran pinggang yang tingginya bisa diatur.
[Desire] Posisi dudukmu tetap tegak sampai sore, dan harganya Rp1.250.000 dengan cicilan 0%.
[Action] Coba langsung di ruang pamer kami di Jalan Anggrek 12 minggu ini.