Materi
Kebijakan Misrepresentation Google Ads bertujuan agar iklan jelas, jujur, dan memberi informasi yang dibutuhkan orang untuk memutuskan. Beberapa aturannya langsung menyentuh naskah. Dishonest pricing practices melarang iklan yang tidak menyatakan cara bayar atau total biaya yang akan ditanggung pengguna. Unreliable claims melarang klaim yang tidak akurat atau yang menjanjikan hasil yang mustahil atau jarang terjadi seolah-olah itu hasil yang wajar, dengan contoh iklan pelangsing yang menjanjikan makan sesukanya dan turun 10 pon sebulan, dan janji keuntungan investasi yang dijamin. Bila iklan menjamin hasil tertentu, kebijakan itu mewajibkan kebijakan pengembalian uang yang jelas dan mudah diakses. Clickbait ads dan Unavailable offers sudah dibahas di Modul 2.
OpenStax Bagian 13.5 membedakan dua jenis pujian diri. Istilah umum seperti "luar biasa" atau "terbaik" dapat diterima. Klaim spesifik seperti "10 kali lebih kuat daripada pesaing" termasuk puffery yang melewati batas etika, kecuali didukung riset independen pihak ketiga. Bagian 14.6 menambahkan bahwa di Amerika Serikat FTC melindungi konsumen dari klaim palsu. Aturan hukum iklan di Indonesia dibahas di kelas Dasar Pemasaran dan tidak diulang di sini.
| Klaim (toko sepatu lari) | Golongan |
|---|---|
| "Sepatu lari paling nyaman" | istilah umum; diterima |
| "Busa 2 kali lebih empuk dari merek X" | klaim spesifik; butuh riset pihak ketiga |
| "Pasti juara lomba lari bulan depan" | hasil mustahil sebagai hasil wajar: Unreliable claims |
| "Rp299.000" padahal ada biaya aktivasi wajib | total biaya disembunyikan: Dishonest pricing |