Materi
Kelas Jaringan Dasar sudah mengajarkan alamat IP, DHCP, DNS, ping, dan nslookup. Di meja bantuan, alat yang sama dipakai dalam urutan tertentu supaya setiap uji mencoret satu kemungkinan. Panduan Microsoft untuk klien DNS dimulai dari ipconfig /all: pastikan alamat IP, subnet mask, dan default gateway sah untuk jaringan tempat komputer itu tersambung, lalu periksa alamat server DNS-nya. Klien DHCP yang konfigurasinya tidak sah diminta memperbarui sewanya dengan ipconfig /renew; klien statis diperbaiki setelannya.
Ethernet adapter Ethernet:
DHCP Enabled. . . . . . . . . . . : Yes
IPv4 Address. . . . . . . . . . . : 10.30.4.41(Preferred)
Subnet Mask . . . . . . . . . . . : 255.255.255.0
Default Gateway . . . . . . . . . : 10.30.4.1
DNS Servers . . . . . . . . . . . : 10.30.4.2Alamat 169.254.x.x adalah alamat link-local (RFC 3927) yang dipasang komputer untuk dirinya sendiri ketika tidak ada konfigurasi lain, misalnya saat DHCP tidak menjawab. Alamat itu hanya untuk berkomunikasi dengan perangkat di tautan yang sama, jadi server DNS dan internet belum terjangkau; periksa kabel, Wi-Fi, atau server DHCP lebih dulu.
Langkah berikutnya ping ke server DNS lewat alamat IP-nya. Bila tidak ada server DNS yang menjawab, Microsoft menyebut sumber masalahnya lebih mungkin konektivitas, dengan catatan firewall bisa memblokir ICMP sehingga ping yang gagal belum tentu berarti putus. Bila server menjawab, nslookup menguji nama; nslookup tidak memakai cache DNS klien. Layanan yang terbuka lewat alamat IP tetapi gagal lewat nama menunjuk ke resolusi nama.