Setelah pelajaran ini kamu bisa menggabungkan tabel partisi, Secure Boot, jenis akun, dan pengelolaan kunci pemulihan BitLocker saat menyiapkan laptop.
±17 menit
4 latihan
Diperiksa 28 Okt 2026
Latihan di pelajaran ini butuh akun gratis. Progres, kode, dan catatanmu hanya tersimpan di browser ini. Masuk untuk menyimpannya
Materi
Kantor notaris di Makassar menerima karyawan baru, Andi, hari Senin. Laptopnya baru: firmware UEFI dengan Secure Boot, SSD NVMe 1 TB, dan Windows yang akan dipasang bersih oleh TI. Kantor mengenkripsi semua laptop dengan BitLocker, menyimpan dokumen klien di server, dan mencatat setiap laptop di direktori kantor. Kamu yang menyiapkan laptop itu.
Bekal dari pelajaran sebelumnya: Windows hanya mendukung boot UEFI dari disk GPT; Secure Boot memeriksa tanda tangan perangkat lunak boot; pekerjaan harian memakai akun bukan admin. Dua fakta BitLocker dari Microsoft juga dipakai. Kata sandi pemulihan 48 digit bisa disimpan sebagai berkas, dicetak, atau disimpan di Active Directory atau Microsoft Entra ID, dan Microsoft Support tidak bisa mengambil atau membuat ulang kunci yang hilang. Pembaruan firmware BIOS atau UEFI termasuk kejadian yang memicu mode pemulihan, kecuali BitLocker ditangguhkan sementara.
Latihan
0/4 lulus
Misi akhir modul: luluskan minimal 4 dari 4 tugas. Jawaban diperiksa di server. Lulus berarti kamu memahami contohnya, bukan penilaian seluruh pekerjaanmu.
Latihan 1 dari 4
Saat memasang Windows bersih di SSD NVMe 1 TB laptop Andi yang berfirmware UEFI, tabel partisi apa yang dipakai dan bagaimana Secure Boot?
Latihan 2 dari 4
Akun apa yang dipakai Andi untuk bekerja sehari-hari?
Latihan 3 dari 4
BitLocker menampilkan kata sandi pemulihan 48 digit untuk laptop Andi. Di mana kata sandi itu disimpan?
Latihan 4 dari 4
Sebulan kemudian, TI akan memperbarui firmware UEFI laptop Andi. Apa yang dilakukan sebelumnya agar laptop tidak meminta kunci pemulihan?