Materi
Resistor mengubah energi listrik menjadi panas, dan laju panas itu adalah dayanya: P = I² × R atau P = V² ÷ R, rumus yang sudah dipakai di Fisika Dasar. Yang baru di elektronika adalah rating daya, yaitu daya terbesar yang boleh dibuang sebuah resistor. Resistor dibuat dalam rating daya baku, dan ukuran fisiknya menandai rating itu, bukan nilai ohmnya. Daya hasil hitungan tidak boleh melebihi rating resistor yang dipasang.
Contoh. Resistor 100 Ω dialiri 40 mA. P = 0,04² × 100 = 0,16 W = 160 mW. Dari pilihan rating 1/8 W (125 mW), 1/4 W (250 mW), dan 1/2 W (500 mW), rating terkecil yang tidak terlampaui adalah 1/4 W. Resistor 1/8 W akan dibebani melebihi ratingnya dan panasnya berlebih. Soal di kelas ini selalu menyebut pilihan rating yang tersedia.
Panas yang sama menjelaskan bahaya hubung singkat, yaitu jalur berhambatan sangat rendah di antara dua kutub sumber tegangan, misalnya dua kawat yang isolasinya terkelupas lalu bersentuhan. Karena P = V² ÷ R, hambatan yang mendekati nol membuat daya panasnya sangat besar, sehingga kabel bisa meleleh atau terbakar. Sekring atau pemutus arus dipasang seri pada kabel fase untuk membatasi arus berlebih: bila arusnya melampaui rating, sekring memutus rangkaian.