Materi
Sinyal analog berubah secara menerus, sedangkan sinyal digital berpindah di antara dua tegangan tetap. Di rangkaian digital, dua keadaan itu disebut HIGH dan LOW, setara dengan 1 dan 0. Dokumentasi Arduino mencatat bahwa pada papan 5 V, pin keluaran yang diberi HIGH bertegangan 5 V dan LOW bertegangan 0 V. Sebagai masukan, papan ATmega 5 V membaca HIGH bila tegangannya di atas 3,0 V dan LOW bila di bawah 1,5 V.
Sensor menghasilkan tegangan analog, sedangkan mikrokontroler bekerja dengan angka. Pengubah analog ke digital (ADC) memetakan tegangan dari 0 sampai tegangan acuannya ke bilangan bulat. ADC n bit punya 2ⁿ tingkat, dari 0 sampai 2ⁿ − 1. ADC 10 bit pada Arduino UNO punya 1.024 tingkat, nilai 0 sampai 1023, dan tiap langkahnya 5 V ÷ 1.024 ≈ 4,9 mV. Tegangan dari hasil baca dihitung dengan V = hasil × Vacuan ÷ 2ⁿ.
Contoh. ADC 8 bit punya 2⁸ = 256 tingkat. Dengan tegangan acuan 3,3 V, tiap langkahnya 3,3 ÷ 256 ≈ 12,9 mV, dan hasil baca 128 berarti 128 × 3,3 ÷ 256 = 1,65 V. Resolusi yang lebih tinggi memberi langkah yang lebih halus: ADC 12 bit membagi rentang yang sama menjadi 4.096 tingkat.