Materi
LED adalah dioda yang memancarkan cahaya. Seperti dioda lain, ia peka arah: pada bias maju LED baru menghantar setelah tegangan majunya (Vf) tercapai, dan pada bias mundur ia tidak menghantar. Terangnya naik bersama arus majunya, sehingga LED wajib dipasang seri dengan resistor pembatas atau pengendali arus lain; tanpa pembatas, arus maju yang berlebihan merusaknya. Katodanya ditandai sisi rata pada badan plastik dan/atau kaki yang lebih pendek.
Nilai resistor dihitung dari hukum tegangan Kirchhoff. Tegangan sumber Vs terbagi antara LED dan resistor, jadi tegangan resistor adalah Vs − Vf. Dengan arus LED yang direncanakan I, hukum Ohm memberi R = (Vs − Vf) ÷ I. Nilai Vf dan arus LED dibaca dari lembar data LED; di kelas ini keduanya selalu diberikan di soal. Hasil hitungan lalu dibulatkan ke nilai deret E terdekat di atasnya, supaya arus sebenarnya tidak melebihi rencana.
Contoh. Sumber 12 V, LED dengan Vf = 2 V, arus 15 mA. R = (12 − 2) ÷ 0,015 = 666,7 Ω. Nilai E12 terdekat di atasnya adalah 680 Ω, dan arusnya menjadi (12 − 2) ÷ 680 = 14,7 mA, sedikit di bawah rencana. Nilai di bawahnya, 560 Ω, akan menghasilkan 17,9 mA, melebihi arus yang direncanakan.