Materi
Ringkasan membuat satu baris untuk setiap nilai yang berbeda. Kalau satu cabang ditulis "Bogor" di sebagian baris dan "Kota Bogor" di baris lain, ringkasan akan memisahkannya menjadi dua cabang, dan angka keduanya sama-sama terlihat masuk akal. Karena itu, sebelum meringkas, tampilkan dulu daftar nilai unik setiap kolom kategori: SORT(UNIQUE(kolom)) menampilkan semua variasi berurutan abjad, sehingga "Bogor" dan "Kota Bogor" muncul berdekatan. ROWS(UNIQUE(kolom)) menghitung berapa nilai berbeda yang ada; bandingkan dengan jumlah cabang yang memang ada.
Sel kosong adalah masalah kedua. Baris tanpa cabang tidak masuk ke ringkasan cabang mana pun, sehingga jumlah semua cabang lebih kecil daripada total data. COUNTBLANK menghitung sel kosong, dan SUMIFS dengan kriteria "" menjumlahkan nilai di baris yang kategorinya kosong. Contoh dengan daftar keluhan pelanggan di A2:D50 (tanggal, kota, jenis, lama tangani):
=SORT(UNIQUE(B2:B50)) → semua variasi nama kota
=ROWS(UNIQUE(B2:B50)) → banyak variasi
=COUNTBLANK(C2:C50) → keluhan tanpa jenis
=SUMIFS(D2:D50,B2:B50,"") → lama tangani yang kotanya kosongLangkah ini hanya mendeteksi. Perbaikannya dikerjakan di data sumber, bukan di ringkasan, dan caranya (TRIM, cari dan ganti, daftar kode seragam) dibahas di kelas Menata Data di Spreadsheet.