Materi
Ringkasan apa pun, baik PivotTable maupun rumus, hanya bisa dipercaya kalau data sumbernya berbentuk tabel panjang: satu baris untuk satu kejadian (satu transaksi, satu kunjungan, satu pengiriman), satu kolom untuk satu jenis keterangan, dan satu baris judul di paling atas. Microsoft menuliskan syarat yang sama untuk PivotTable: data disusun dalam kolom dengan satu baris header, setiap kolom punya label yang unik dan tidak kosong, tanpa header bertingkat dan tanpa sel gabungan.
Tabel yang kolomnya Juli, Agustus, September dengan angka per cabang bukan data mentah, melainkan ringkasan yang sudah jadi. Dari situ kamu tidak bisa lagi meringkas per kategori atau per minggu, karena rincian transaksinya sudah hilang. Masalah lain muncul ketika data disalin dari laporan: baris Subtotal ikut terbawa di tengah tabel. Baris itu bukan kejadian, dan SUM atas seluruh kolom akan menghitung transaksinya dua kali.
Contoh dengan catatan pengiriman gudang di A2:D40 yang memuat baris Subtotal per ekspedisi. Baris Subtotal tidak punya tanggal, jadi tanggal yang terisi adalah penanda baris kejadian:
=SUM(D2:D40) → ikut menjumlahkan subtotal
=SUMIFS(D2:D40,A2:A40,"<>") → hanya baris bertanggal
=COUNT(A2:A40) → banyak pengiriman