Setelah dipecah dan dibersihkan, kolom-kolom itu sering perlu disusun kembali menjadi satu nilai: kode faktur, label pengiriman, atau nama berkas arsip. Tiga alat yang sudah dikenal bekerja bersama di sini — CONCAT merangkai bagian berurutan, TEXTJOIN menyisipkan satu pemisah yang sama di antara banyak kolom, dan TEXT mengunci bentuk angka serta tanggal sebelum ikut digabung.
TEXT itulah yang paling sering terlewat. Nomor urut 7 yang digabung apa adanya menjadi "7", bukan "007", sehingga daftar kode tidak lagi tersusun rapi. Tanggal yang digabung apa adanya berubah menjadi nomor serinya. Format "0000" memaksa empat angka, "yyyy" mengambil tahunnya saja, dan "yyyy-mm-dd" menghasilkan nama berkas yang urutannya sama dengan urutan waktu.
=CONCAT(G2,"-",TEXT(H2,"0000")) → KEU-0007
=CONCAT(TEXT(I2,"yyyymm"),"_arsip.xlsx") → 202601_arsip.xlsx
=TEXTJOIN("; ",TRUE,J2,K2,L2) → Bogor; Reguler; 2 kgUrutan bagian di dalam kode gabungan menentukan bagaimana daftarnya tersusun nanti. Kode yang diawali tahun dan bulan tersusun berurutan menurut waktu dengan sendirinya, sedangkan kode yang diawali nama unit tersusun menurut unit. Tetapkan urutannya sekali di awal lalu pakai rumus yang sama untuk seluruh kolom, supaya kode lama dan kode baru tetap bisa dibandingkan.