Laporan bulanan selalu membutuhkan dua tanggal: hari pertama dan hari terakhir bulan itu. EOMONTH memberi keduanya. EOMONTH(tanggal, 0) adalah hari terakhir bulan yang sama, dan EOMONTH(tanggal, -1) ditambah 1 adalah hari pertamanya. Keduanya dihitung dari sembarang tanggal di dalam bulan itu, jadi tanggal transaksi mana pun bisa dipakai sebagai masukan.
Pergeseran bulan di argumen kedua membuat periode berapa pun mudah dibentuk: 1 untuk akhir bulan berikutnya, 2 untuk akhir bulan kedua, -1 untuk akhir bulan lalu. Panjang periode dalam hari didapat dengan mengurangkan kedua ujungnya, sedangkan jumlah hari kerja di dalam periode itu didapat dengan NETWORKDAYS beserta daftar liburnya.
=EOMONTH(J2,-1)+1 → tanggal 1 bulan yang sama
=EOMONTH(J2,2) → akhir bulan kedua berikutnya
=NETWORKDAYS(J2,EOMONTH(J2,0),$M$2:$M$4) → hari kerja tersisa bulan ituGabungan terakhir itu menjawab pertanyaan yang muncul tiap pertengahan bulan: berapa hari kerja yang masih tersisa sampai tutup buku. Tanggal awalnya tanggal berjalan, tanggal akhirnya dihitung sendiri oleh EOMONTH, dan daftar liburnya ditulis sekali di satu kolom. Libur yang kebetulan jatuh pada Sabtu atau Minggu tidak mengurangi apa pun, karena hari itu memang sudah tidak dihitung.