Materi
Kerangka asesmen TKA Geografi dari Pusmendik menjadikan peta, penginderaan jauh, dan SIG satu elemen tersendiri, dan membaca peta juga dipakai di elemen lain, dari karakteristik wilayah sampai kawasan rawan bencana. SNI 6502.2-2010 dari Badan Informasi Geospasial (BIG) mendefinisikan peta sebagai gambaran unsur alam dan unsur buatan manusia, di atas maupun di bawah permukaan bumi, pada bidang datar dengan skala tertentu. Permukaan bumi yang lengkung dipindahkan ke bidang datar lewat proyeksi peta, dan setiap proyeksi menimbulkan distorsi jarak.
Tata letak peta rupa bumi dalam standar itu memuat judul, skala, legenda dan simbol, keterangan proyeksi dan sistem grid, selang kontur, petunjuk membaca koordinat, serta keterangan utara sebenarnya, utara grid, dan utara magnetik. Selisih sudut utara magnetik dan utara sebenarnya disebut deklinasi magnetis; nilainya berubah karena kutub utara magnetik bergerak, sehingga informasi peta mencantumkannya bersama tahun pembuatan.
Buku IPS Kelas X membedakan peta umum, yang menggambarkan kenampakan wilayah secara umum seperti peta topografi, dari peta tematik, yang menggambarkan satu tema seperti peta zonasi gempa atau peta bahasa. Buku itu juga membedakan lokasi absolut, yaitu letak berdasarkan garis lintang dan bujur yang tetap, dari lokasi relatif, yaitu letak terhadap daerah sekitarnya yang dapat berubah bergantung pada sudut pandang.
| Keterangan tentang Indonesia (buku Geografi Kelas XI) | Jenis lokasi |
|---|---|
| Terletak di antara 6° LU–11° LS dan 95° BT–141° BT | Absolut |
| Terletak di antara Benua Asia dan Benua Australia | Relatif |
| Diapit Samudra Hindia dan Samudra Pasifik | Relatif |