Materi
Allman (Bagian 6.6) menyebut dana cadangan atau kontingensi: sumber daya yang disisihkan untuk biaya tak terduga, misalnya perkiraan awal yang meleset atau barang kecil yang terlewat. Bentuk sederhananya persentase tetap dari seluruh anggaran. Buku itu menyebut 10% sebagai angka yang lazim, dan besarnya bergantung pada ukuran serta jenis kegiatan. Dana ini tidak dimaksudkan untuk perubahan besar, seperti menambah satu hari acara.
Sponsor (Bagian 13.4) memberi dana atau barang dan jasa, misalnya konsumsi, hadiah, ruang, atau peralatan, sebagai ganti sesuatu yang bernilai bagi mereka, seperti paparan merek. Sponsor tunai menambah pemasukan. Sponsor barang tidak menambah kas, tetapi menghapus pos biaya yang ditanggungnya.
Principles of Managerial Accounting (Bagian 3.2) mendefinisikan titik impas sebagai tingkat penjualan saat seluruh biaya tetap dan biaya variabel tertutup. Pada acara bertiket, sewa ruang dan panggung adalah biaya tetap, sedangkan makan dan perlengkapan peserta adalah biaya variabel per peserta. Di kelas ini dana cadangan dihitung dari total biaya rencana dan diperlakukan sebagai biaya tetap, karena disisihkan sebelum tiket terjual. Hasil baginya dibulatkan ke atas dengan ROUNDUP, karena tiket terjual utuh. Penurunan rumus titik impas ada di kelas Hitungan Untung Rugi Usaha.
Workshop foto produk, Yogyakarta, rencana 120 peserta
Total biaya rencana = 18.000.000 + 60.000 × 120 = 25.200.000
Dana cadangan 10% = 2.520.000
Tiket impas = (18.000.000 + 2.520.000 − sponsor 5.000.000) ÷ (200.000 − 60.000)
= 110,86 → 111 tiket