Materi
Setiap garis pada gambar teknik punya arti yang ditentukan oleh tebal dan polanya. Tabel di bawah merangkum garis yang paling sering ditemui di gambar kerja.
| Garis | Tebal dan pola | Arti |
|---|---|---|
| Garis tepi | tebal, menerus | tepi benda yang terlihat |
| Garis tersembunyi | tipis, putus-putus pendek | tepi yang terhalang |
| Garis sumbu | tipis, panjang–pendek | sumbu lubang atau bentuk simetris |
| Garis ukur dan garis bantu | tipis, menerus; garis ukur berpanah | panjang sebuah ukuran dan batasnya |
| Garis penunjuk | tipis, berpanah atau bertitik | menunjuk catatan |
| Garis bidang potong | tebal, putus-putus panjang–pendek, berpanah dan berhuruf | letak potongan dan arah pandangnya |
| Garis arsir | tipis, miring sejajar | permukaan yang terpotong |
| Garis putus | tebal, zig-zag atau tangan bebas | bagian panjang yang dipendekkan |
| Garis bayangan | tipis, panjang lalu dua pendek | posisi lain bagian yang bergerak |
Skala ditulis sebagai perbandingan ukuran di gambar terhadap ukuran sebenarnya. Skala 1:2 berarti benda digambar setengah ukurannya; skala 4:1 berarti benda digambar empat kali lebih besar, dipakai untuk benda kecil. Hitungan dasarnya sudah dipelajari di kelas Perbandingan, Skala, dan Proporsi: pada skala perkecil 1:n, ukuran di gambar dikali n; pada skala perbesar n:1, ukuran di gambar dibagi n.
Angka ukuran pada gambar selalu menyatakan ukuran sebenarnya, berapa pun skalanya. Ric Costin mengingatkan agar ukuran yang tidak tertulis tidak diambil dengan mengukur cetakan, karena kertas cetak bisa menyusut atau memuai dan sebagian gambar bisa tidak berskala. Buku Fundamentals: Drawings and Specifications menambahkan bahwa fotokopi belum tentu berskala sama dengan aslinya.