Materi
Dimas baru bekerja sebagai operator di bengkel fabrikasi di Cikarang. Mandornya menyerahkan gambar dudukan motor pompa dan meminta Dimas memastikan bentuk dan ukurannya sebelum memotong bahan pelat dan balok baja. Gambar memakai satuan milimeter. Letak ketiga pandangan di lembar gambar ditunjukkan bagan di bawah, dan isi tiap pandangan diuraikan di tabel karena gambar aslinya tidak bisa ditampilkan di sini.
Simbol proyeksi di kop: trapesium di kiri, lingkaran sepusat di kanan
+--------+ +------------------+
| P3 | | P1 |
+--------+ +------------------+
+------------------+
| P2 |
+------------------+| Pandangan | Isi |
|---|---|
| P1 (tengah) | Bentuk L: lebar 120, tinggi 80. Bagian tegak di sisi kiri selebar 40; bagian alas setinggi 30. Dua garis tersembunyi tegak berjarak 16 dengan garis sumbu di 30 dari tepi kanan, membentang dari tinggi 30 sampai 0. |
| P2 (tepat di bawah P1) | Persegi panjang 120 × 60. Garis tebal tegak di 40 dari tepi kiri. Lingkaran bergaris tebal ø16 berpusat 30 dari tepi kanan dan 30 dari tepi atas, dengan dua garis sumbu bersilang. |
| P3 (tepat di kiri P1) | Persegi panjang lebar 60, tinggi 80. Garis tebal mendatar pada tinggi 30. Dua garis tersembunyi tegak berjarak 16, berpusat di tengah lebar, dari tinggi 30 sampai 0. |
Sebelum memotong bahan, Dimas perlu tahu tiga hal: ukuran luar dudukan, tebal tiap bagiannya, dan jenis serta letak lubangnya. Ia memeriksa simbol proyeksi dulu, lalu mencocokkan setiap pandangan dengan pandangan di sebelahnya: lebar dipindahkan antara P1 dan P2, tinggi antara P1 dan P3. Garis yang tidak bisa dijelaskan oleh pandangan lain ditanyakan ke mandor sebelum bahan dipotong, karena bahan yang salah potong tidak bisa disambung kembali.