Materi
Sari bertugas di bagian kontrol kualitas sebuah bengkel bubut di Surabaya. Ia menerima lima poros pompa hasil bubut beserta gambar kerjanya, dan harus memutuskan poros mana yang diterima. Kop gambar menulis skala 2:1 dan satuan milimeter. Catatan gambar menyatakan toleransi umum ±0,2 untuk semua ukuran yang tidak diberi toleransi sendiri. Ruas B adalah dudukan bantalan, sehingga diameternya diberi toleransi sendiri yang lebih ketat daripada toleransi umum.
| Bagian poros | Ukuran di gambar |
|---|---|
| Panjang total | 120 |
| Ruas A (kiri) | panjang 35, diameter ø25 |
| Ruas B (tengah, dudukan bantalan) | panjang 50, diameter ø20 +0/−0,05 |
| Ruas C (kanan) | panjang tanpa angka, diameter ø18 |
Hasil ukur kelima poros dengan mikrometer dan jangka sorong dicatat Sari seperti berikut.
| Poros | Panjang total | Diameter ruas B |
|---|---|---|
| P1 | 120,10 | 19,97 |
| P2 | 119,85 | 19,94 |
| P3 | 120,25 | 19,98 |
| P4 | 119,90 | 20,02 |
| P5 | 120,00 | 19,95 |
Sari tidak mengukur gambar cetak untuk mendapatkan ukuran yang tidak tertulis. Ia memakai angka ukuran, menghitung ruas yang kosong dari ukuran lain, dan membandingkan setiap hasil ukur dengan batas atas serta batas bawahnya. Setiap poros diperiksa pada kedua ukuran; satu ukuran yang keluar dari rentangnya sudah cukup untuk menolak poros itu.