Materi
Uji statistik adalah cara mengambil keputusan kuantitatif: apakah data cukup kuat untuk menolak sebuah dugaan. Dugaan yang diuji disebut hipotesis nol (H0), misalnya “rata-rata isi botol 600 ml”. Lawannya, hipotesis alternatif (H1), misalnya “rata-rata isi botol tidak sama dengan 600 ml”. H1 yang berbunyi “tidak sama dengan” disebut dua sisi, karena menjaga penyimpangan ke atas maupun ke bawah; H1 yang hanya menjaga satu arah disebut satu sisi.
p-value adalah peluang memperoleh statistik uji setidaknya seekstrem yang teramati, dengan anggapan H0 benar. Taraf nyata α ditetapkan sebelum uji, dengan pilihan umum 0,10, 0,05, atau 0,01. Aturannya: H0 ditolak bila p-value lebih kecil dari α; bila tidak, H0 gagal ditolak. Gagal menolak bukan bukti bahwa H0 benar, bisa saja datanya belum cukup.
Keputusan itu bisa keliru dengan dua cara. Galat tipe I terjadi ketika H0 ditolak padahal benar; peluangnya sama dengan α, sehingga α = 0,05 berarti H0 yang benar tertolak sekitar 5% dari waktu. Galat tipe II terjadi ketika H0 tidak ditolak padahal salah; peluangnya ditulis β, dan 1 − β disebut kuasa uji. Contoh dengan data lain: uji dengan α = 0,01 menghasilkan p = 0,03, maka H0 gagal ditolak pada taraf itu, walaupun pada α = 0,05 H0 akan ditolak.
alpha = 0.01
p = 0.03
print(p < alpha) # False -> gagal menolak H0
print(p < 0.05) # True -> pada alpha 0,05 H0 ditolak