Lompat ke konten utama

Kompetisi Ajak Teman: hadiah total Rp1.000.000 tunai untuk 3 pengajak terbanyak. Berakhir 29 November 2026. Ikut kompetisi

Masuk

Contekan Data

Rumus Statistika: Sebaran, Skor z, Uji t, dan Regresi

Median, kuartil dan pencilan, simpangan baku, peluang bersyarat, binomial, skor z, galat baku, selang kepercayaan, uji t, uji chi-kuadrat, korelasi, dan regresi linear — lengkap dengan fungsi lembar kerjanya, masing-masing menaut ke latihan yang dinilai.

30 baris · Diperbarui

Ukuran pusat dan sebaran

Rata-rata, rata-rata berbobot, dan jangkauan antar-kuartil ada di lembar Rumus Matematika Dasar.

Peluang dan sebaran diskret

Peluang satu kejadian dan P(A atau B) ada di lembar Rumus Matematika Dasar.

  • Hanya untuk kejadian bebas; hasil lemparan sebelumnya tidak mengubah peluang lemparan berikutnya.

    tiga angka berturut-turut: 0,5³ = 0,125

  • P(A | B) = P(A dan B) ÷ P(B)Latih: Peluang bersyarat dan kebebasan

    Peluang bersyarat: pembaginya hanya baris atau kolom tempat syarat itu berlaku. A dan B bebas bila P(A | B) = P(A).

    36 dari 80 pemakai promo memesan lagi: 0,45

  • P(K | T) = P(T | K) × P(K) ÷ P(T)Latih: Teorema Bayes

    Teorema Bayes; laju dasar P(K) yang kecil membuat sebagian besar tanda positif berasal dari kelompok yang keliru ditandai.

  • Nilai harapan, yaitu rata-rata jangka panjang; jumlah semua peluangnya harus tepat 1.

    =SUMPRODUCT(A2:A4,B2:B4)

  • binomial: C(n, k) × pᵏ × (1 − p)ⁿ⁻ᵏLatih: Sebaran binomial

    Peluang tepat k berhasil dari n percobaan bebas dengan p tetap; rata-ratanya n × p dan simpangan bakunya √(n × p × (1 − p)).

    =BINOM.DIST(8,10,0.8,FALSE) → 0,302

  • Poisson: e^(−λ) × λᵏ ÷ k!Latih: Sebaran Poisson dan hipergeometrik

    Peluang tepat k kejadian per selang dengan laju rata-rata λ; rata-rata dan ragamnya sama-sama λ.

    =POISSON.DIST(0,2.5,FALSE) → 0,082

Sebaran normal dan menaksir

Uji hipotesis

  • Hipotesis nol selalu memuat tanda sama dengan; arah H1 ditetapkan dari pertanyaannya sebelum data dilihat.

  • p < α → tolak H0Latih: Gagasan uji hipotesis

    Nilai p bukan peluang H0 benar, dan gagal menolak H0 tidak membuktikan H0. Galat tipe I menolak H0 yang benar; peluangnya α.

  • t = (x̄ − μ0) ÷ (s ÷ √n)Latih: Uji t untuk rata-rata

    Uji t satu sampel dengan derajat bebas n − 1; nilai p dua sisinya =T.DIST.2T(ABS(t), n − 1).

    x̄ 197, μ0 200, s 4, n 9: t = −2,25

  • T.TEST(larik1, larik2, 2, tipe)Latih: Uji t untuk rata-rata

    Tipe 1 untuk data berpasangan seperti sebelum–sesudah, 2 untuk dua sampel bebas beragam sama, 3 untuk uji Welch.

  • z = (p̂ − p0) ÷ √(p0(1 − p0) ÷ n)Latih: Uji proporsi

    Uji satu proporsi; galat bakunya memakai p0 dari H0, bukan p̂.

  • χ² = Σ(O − E)² ÷ ELatih: Uji chi-kuadrat

    Uji chi-kuadrat; frekuensi harapan sel = jumlah baris × jumlah kolom ÷ total, derajat bebas (baris − 1) × (kolom − 1).

    =CHISQ.TEST(teramati, harapan)

Korelasi dan regresi

  • Korelasi Pearson mengukur hubungan yang lurus, =CORREL; korelasi tidak membuktikan sebab-akibat.

  • Garis regresi kuadrat terkecil: b =SLOPE(y, x), a =INTERCEPT(y, x), dengan larik y ditulis lebih dulu. =RSQ(y, x) memberi r².

    a = 40, b = 18, x = 10 → ŷ = 220

  • Positif bila titiknya di atas garis. Prediksi di luar rentang x pada data adalah ekstrapolasi.

    tagihan 232, prediksi 220: residu 12

  • korelasi SpearmanLatih: Korelasi Spearman

    Korelasi Pearson atas peringkat data; mengukur hubungan monoton dan lebih tahan terhadap pencilan.

    stats.spearmanr(x, y)

Kelas terkait

Contekan lain