Materi
Panduan UNESCO Guidance for Generative AI in Education and Research (2023) memuat Tabel 4 tentang AI generatif sebagai perancang bersama kurikulum, rencana pelajaran, dan bahan ajar. UNESCO menggolongkannya sebagai pemakaian yang berpotensi tetapi belum terbukti, lalu menulis syarat bagi gurunya: guru memahami dan merinci dengan cermat apa yang harus dicakup dan dicapai pelajaran atau tesnya, apakah yang disasar pengetahuan konseptual atau prosedural, dan teori mengajar apa yang dipakai. Jadi prompt berangkat dari tujuan pembelajaran, bukan dari judul topik. Cara menulis tujuan yang terukur ada di kelas Desain Pembelajaran (dpb-l1, dpb-l2).
Bagian 1.3 panduan itu memberi saran menyusun prompt: bahasa sederhana dan jelas, contoh bentuk jawaban yang diinginkan, konteks yang relevan, dan perbaikan berulang. Dokumentasi Anthropic menambahkan uji rekan: tunjukkan prompt kepada rekan yang tidak tahu konteksnya; bila ia bingung, model juga bingung. Bagi guru, konteks berarti kelas dan usia murid, apa yang sudah mereka kuasai, lama pertemuan, dan bentuk bahan yang diminta. Prinsip prompt umum ada di AI Generatif untuk Kerja (agk-l5 sampai agk-l7).
Tujuan: murid kelas 6 dapat menjelaskan beda cuaca dan iklim dengan contoh dari daerahnya.
Jenis pengetahuan: konseptual.
Yang sudah dikuasai: membaca prakiraan cuaca harian.
Buat: bacaan 200 kata dan tiga contoh dari kehidupan petani.
Pertemuan: 35 menit.