Materi
Bagian 5.1 panduan UNESCO membahas plagiarisme jenis baru: murid menyerahkan teks buatan AI sebagai karyanya. Panduan itu mencatat penyedia diminta memberi tanda air "dibuat oleh AI" dan alat pendeteksi sedang dikembangkan, tetapi bukti bahwa langkah dan alat itu efektif masih sedikit. Strategi segeranya adalah menegakkan integritas akademik lewat pemeriksaan teliti oleh manusia. Strategi jangka panjangnya adalah merancang ulang tugas tertulis supaya tidak menilai hal yang lebih bisa dikerjakan AI daripada murid, dan menilai hal yang tidak bisa dikerjakan AI, misalnya menerapkan nilai kemanusiaan seperti welas asih dan kreativitas pada masalah nyata yang rumit.
Pemeriksaan manusia di kelas berarti melihat proses: kerangka dan draf, catatan lapangan, atau meminta murid menjelaskan cara ia sampai pada jawabannya. Halaman Creating Exams di Eberly Center meminta harapan ditulis jelas dan eksplisit di instruksi, karena murid bisa membawa anggapan dari kelas lain; untuk tugas, itu berarti menyebut pemakaian AI mana yang boleh dan mana yang tidak. Bagian 6.6 panduan UNESCO bahkan menyebut kemungkinan belajar menulis kelak berfokus pada merencanakan prompt dan menilai keluaran AI secara kritis.
| Tugas lama (karangan) | Rancangan ulang |
|---|---|
| Rangkum bab sejarah Kerajaan Majapahit dalam 300 kata | Wawancarai satu sesepuh tentang sejarah kampungnya, bandingkan dengan satu fakta di bab buku, dan lampirkan catatan wawancaranya |