Materi
Kerja sama kreator dengan merek dimulai dari brief. Launch! Advertising and Promotion in Real Time (Bagian 8.6) mendefinisikan creative brief sebagai dokumen yang memuat informasi dan tujuan untuk memantik ide kreatif: apa yang ingin dicapai, gagasan utama yang disampaikan, dan audiens sasarannya. Brief disepakati kedua pihak, tidak punya satu templat baku, dan terus ditinjau. Stokes (Bagian 17.4) menambahkan tujuan SMART beserta KPI dan targetnya, supaya hasil kerja sama bisa diukur.
| Unsur | Brief kreator kuliner di Yogyakarta untuk produsen sambal botol |
|---|---|
| Tujuan | Kesadaran merek di kalangan mahasiswa rantau |
| Gagasan utama | Sambal botol untuk lauk kos yang serba praktis |
| Audiens | Mahasiswa 18–24 tahun yang memasak sendiri |
| Keluaran | 1 video 45 detik dan 1 carousel 6 slide |
| KPI dan target | Jangkauan 40.000 akun, ER per jangkauan 5% |
| Pengungkapan | Kata "iklan" diucapkan di video dan ditulis di awal caption |
OpenStax (Bagian 13.5) menyatakan influencer berbayar wajib mengungkap hubungannya dengan merek supaya konsumen tahu dukungan itu kesepakatan bisnis. Federal Trade Commission (FTC), regulator perlindungan konsumen Amerika Serikat, merinci caranya dalam Disclosures 101. Hubungan yang diungkap mencakup bayaran, produk gratis atau diskon, pekerjaan, dan keluarga. Pengungkapan diletakkan bersama endorsement itu, bukan hanya di bio, di akhir unggahan, di balik tautan "selengkapnya", atau di tumpukan tagar. Di video diucapkan dan ditampilkan; di siaran langsung diulang berkala. Katanya jelas, seperti "iklan" atau "disponsori", dalam bahasa unggahannya, dan label platform tidak cukup sendirian. Kreator juga tidak boleh menceritakan pengalaman atas produk yang belum pernah ia coba. Hukum iklan Indonesia dibahas di kelas Dasar Pemasaran.