Materi
Stokes (Bagian 15.2 dan 15.4) mendefinisikan persona sebagai tokoh rekaan yang mewakili sekumpulan sifat audiens sasaran, sehingga penulis bisa berbicara kepada mereka seolah kepada satu orang. Persona dibangun dari profil pengguna kontenmu: ciri, kebutuhan, dan keinginannya. Stokes menegaskan bahwa yang dipusatkan adalah motivasi persona, bukan tanda luar yang menggiring ke stereotip.
Bagian 19.4 buku yang sama menambahkan pertanyaan yang harus terjawab sebelum konten dibuat: apa kebutuhan audiens, konten apa yang sudah mereka konsumsi, dan di mana mereka mengonsumsinya. Satu merek boleh punya beberapa persona, dan tiap persona menuntut pendekatan konten yang berbeda. Analisis audiens demografis, psikografis, dan situasional dibahas di kelas Berbicara di Depan Umum; persona adalah cara menuliskan hasilnya untuk tim konten.
| Unsur | Persona "Rani" untuk katering sehat di Surabaya |
|---|---|
| Ciri | 34 tahun, pegawai bank, dua anak usia SD |
| Kebutuhan dan motivasi | Ingin bekal anak bergizi tanpa memasak setiap pagi |
| Konten yang sudah dikonsumsi | Video resep singkat dan ulasan produk anak |
| Tempat dan waktu | Ponsel, saat perjalanan pulang dengan KRL |
Persona dipakai sebagai saringan: ide yang tidak menjawab kebutuhan atau motivasi persona ditunda, meski ide itu sedang ramai.