Materi
Rob Stokes dalam eMarketing (Bagian 15.3) merumuskan pemasaran konten sebagai mencocokkan konten — informasi, inspirasi, atau hiburan — dengan kebutuhan pelanggan di tahap mana pun ia berada dalam perjalanan membeli. Pemasar konten berpikir seperti penerbit yang menarik penonton, bukan pengiklan yang membeli perhatian. Karena itu tujuan satu konten ditetapkan lebih dulu, baru idenya dicari.
OpenStax Principles of Marketing (Bagian 16.3) menggambarkan corong dari sadar akan produk sampai membeli, dengan jumlah orang yang makin sedikit di tiap tahap. Kerangka See–Think–Do–Care dari Avinash Kaushik, yang dibahas Intro to Social Media (Lawson) Bagian 3.6, memakai empat tahap yang sejalan. Kelas ini menamainya sadar, pertimbangan, beli, dan peduli.
| Tahap | Keadaan audiens | Contoh konten kedai kopi di Yogyakarta |
|---|---|---|
| Sadar | Belum tahu butuh produkmu | Video lucu proses sangrai biji kopi |
| Pertimbangan | Sedang membandingkan pilihan | Perbandingan kopi tubruk dan V60, testimoni pelanggan |
| Beli | Siap bertindak | Demo paket langganan dengan ajakan yang jelas, diskon pekan pembukaan |
| Peduli | Sudah membeli dan setia | Unggah ulang foto pelanggan, intip menu baru untuk pelanggan tetap |
Stokes (Bagian 15.4) menambahkan bahwa format dipilih dari tujuan, kemampuan produksi, dan kebutuhan audiens. Video humor bisa membuat calon pelanggan sadar akan merek, sedangkan studi kasus yang berguna lebih mampu meyakinkan orang yang sedang menimbang. Corong yang sama dibahas dari sisi metrik iklan di kelas Pemasaran Digital.