Materi
Buku panduan produksi video Smithsonian Center for Folklife and Cultural Heritage membagi kerja menjadi praproduksi, produksi, dan pascaproduksi (penyuntingan), dan mencatat bahwa waktu di praproduksi menghemat waktu di dua tahap berikutnya. Tiga alatnya: storyboard, gambar kasar setiap shot beserta sudut kameranya; daftar shot, setiap shot yang diperkirakan dibutuhkan, dipakai sebagai daftar periksa saat merekam; dan B-roll, shot pelengkap untuk menutup potongan wawancara, seperti shot pembuka lokasi, benda di sekitar, dan orang yang beraktivitas. B-roll direkam setelah wawancara.
Untuk komposisi, panduan itu memberi empat aturan. Aturan sepertiga: bagi layar dengan kisi dan letakkan subjek sedikit menjauh dari tengah. Headroom: kepala sekitar sepertiga dari atas bingkai, tidak terlalu lapang dan tidak terlalu sempit. Ruang pandang: sisakan ruang lebih besar di depan arah pandang subjek daripada di belakangnya. Tinggi kamera: kamera yang menunduk ke subjek mengecilkan kesannya, kamera yang mendongak memberi kesan berkuasa. Variasikan shot lebar, sedang, dan dekat supaya penyunting punya pilihan.
| No | Shot | Isi (video es kopi susu, kedai di Pontianak) |
|---|---|---|
| 1 | Lebar, pembuka lokasi | Bagian depan kedai pagi hari |
| 2 | Sedang | Barista menakar kopi di meja bar |
| 3 | Dekat | Tangan menuang susu ke gelas berisi es |
| 4 | Dekat | Wajah pelanggan mencicipi |
| 5 | B-roll | Papan menu dan kantong biji kopi |