Ekonomi mempelajari cara orang memutuskan ketika sumber dayanya terbatas. Kelangkaan berarti keinginan manusia atas barang, jasa, dan sumber daya melampaui jumlah yang tersedia. Tenaga kerja, lahan, bahan baku, dan waktu semuanya ada dalam jumlah terbatas, sedangkan daftar keinginan hampir tidak berujung. Karena itu memilih bukan hal yang bisa dihindari.
Kelangkaan berbeda dari kehabisan stok. Warung yang kehabisan gula selama dua hari sedang mengalami gangguan pasokan, dan masalahnya selesai begitu kiriman datang. Kelangkaan tidak pernah selesai: berapa pun gula yang tersedia di pasar, jam kerja dan uang yang dipakai untuk mendapatkannya tetap terbatas.
Garis anggaran adalah cara paling ringkas untuk melihat batas itu. Bu Sari punya Rp60.000 sepekan untuk dua hal: nasi bungkus Rp12.000 dan ongkos angkot Rp4.000 sekali jalan. Bila seluruh anggarannya untuk nasi bungkus, ia dapat 5 bungkus dan nol perjalanan. Bila seluruhnya untuk angkot, ia dapat 15 perjalanan dan nol bungkus.
60.000 ÷ 12.000 = 5 bungkus (semua untuk nasi bungkus)
60.000 ÷ 4.000 = 15 perjalanan (semua untuk angkot)
60.000 − 3 × 12.000 = 24.000 (sisa setelah 3 bungkus)
24.000 ÷ 4.000 = 6 perjalanan (yang masih terjangkau)Titik di dalam garis anggaran terjangkau tetapi menyisakan uang yang tidak terpakai; titik di luarnya tidak terjangkau dengan anggaran sekarang. Bentuk yang sama dipakai lagi di pelajaran berikutnya, kali ini untuk mengukur harga sebuah pilihan dalam satuan pilihan lain yang dilepas.