Elastisitas harga permintaan adalah perbandingan persentase perubahan jumlah yang diminta terhadap persentase perubahan harga. Ia menjawab satu pertanyaan: ketika harga bergerak satu persen, jumlah yang diminta bergerak berapa persen. Karena harga dan jumlah bergerak berlawanan, hasilnya selalu negatif, dan angkanya dilaporkan sebagai nilai mutlak.
Persentase perubahan di sini tidak memakai titik awal sebagai penyebut, melainkan rata-rata kedua titik. Inilah metode titik tengah, dan gunanya tunggal: elastisitas antara dua titik keluar sama besar entah harganya naik atau turun, karena penyebutnya sama untuk kedua arah.
%ΔQ = (Q2 − Q1) ÷ ((Q2 + Q1) ÷ 2) × 100
%ΔP = (P2 − P1) ÷ ((P2 + P1) ÷ 2) × 100
Elastisitas = %ΔQ ÷ %ΔP, dibaca sebagai nilai mutlaknya
Contoh: harga kopi gelas naik 10.000 → 12.000, terjual 300 → 240
%ΔQ = (240 − 300) ÷ 270 × 100 = −22,22
%ΔP = (12.000 − 10.000) ÷ 11.000 × 100 = 18,18
Elastisitas = 22,22 ÷ 18,18 = 1,22Angka 1,22 dibaca begini: tiap satu persen kenaikan harga menurunkan jumlah yang diminta sekitar 1,22 persen. Karena hasilnya di atas satu, permintaan kopi gelas di contoh karangan ini tergolong elastis pada rentang harga tersebut.