Produk domestik bruto adalah nilai seluruh barang dan jasa akhir yang diproduksi di dalam sebuah wilayah selama satu periode. Tiga kata di dalamnya bekerja keras. Akhir berarti barang setengah jadi tidak dihitung dua kali. Diproduksi berarti yang dihitung produksi periode ini. Di dalam wilayah berarti tempat produksinya yang menentukan.
Dari sisi permintaan, PDB dipecah menjadi empat komponen: konsumsi rumah tangga, investasi usaha, belanja pemerintah atas barang dan jasa, dan ekspor neto yaitu ekspor dikurangi impor. Impor dikurangkan karena barang impor diproduksi di luar wilayah, sementara nilainya sudah ikut terhitung di konsumsi, investasi, atau belanja pemerintah.
PDB = C + I + G + (X − M)
Perekonomian karangan, dalam triliun rupiah:
C (konsumsi rumah tangga) = 1.240
I (investasi usaha) = 380
G (belanja pemerintah) = 290
X (ekspor) = 210
M (impor) = 260
Ekspor neto = 210 − 260 = −50
PDB = 1.240 + 380 + 290 − 50 = 1.860Kata investasi di sini punya arti yang sempit dan tidak sama dengan penggunaan sehari-hari. Yang dimaksud pembelian barang modal baru — bangunan usaha, mesin, rumah baru, dan persediaan — bukan pembelian saham atau obligasi. Membeli saham memindahkan kepemilikan aset yang sudah ada dan tidak menambah produksi periode ini.